Sabtu, 29 Maret 2014

MATI ITU DEKAT

Mati itu dekat
Hidup juga punya rasa, pedas, asing dan manisnya. Bahkan pahitnya, hati, jiwa, dan perasaan yang merasaknya.
Rasa itu tergantung pada cara kita memaknai setiap penggal episode atau parade ujian dan nikmatnya. Tentag sibuknya. Tentang tantangannya . Tentang harapan-harapan kita. Tentang apa saja.
Sungguh, kita hanya perlu mendekat kepada allah agar setiap yang menimpah diri adalah hikmah dan berkah. Jangan di galaukan dunia jika tidak ingin sepanjang hidup dihinggapi gersang jiwa.
Mari perhatikan peringatan sang  nabi dalam sabdanya, beliau bersabda “ barag siapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dia pikirkan, sehingga seolah-olah dia tidak melihat haq-haq allah dalam dirinya (ibadah) maka allah akan menanmkan 4 penyakit
1.       Kebingungan yang tiada putus-putus
2.       Kesibukan yang tiada pernah ada ujungnya
3.       Kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi
4.       Kehayalan yang tidak berujung (“HR. Imam Thabrani”)

Saudaraqu....
Jangan terlena dengan dunia sebab komitmen senan tiasa mengiantai kita, sungguh hidup dan  mati itu dekat, sangat dekat.... Bahkan tidak berjarak.  Hidup dan mati hanya berada dalam penggal-penggal nafas. Jika nafas masih menghebus, kita hidup. Jika nafas telah terputus, kita mati.
Bagi setiap yang hidup, iya akan bertemu dengan mati. Pasti !!!
Ketidak pastiannya hanya soal waktu. Jika ajal sudah datang, mati akan tiba. Jika jatah rizki habis, mati akan tiba.
Anehnya kebanyakan orang hidup enggan untuk bicara mati.
Buka takut kerana belum punya bekal. Bukan takut pertanggung jawaban kelak. Namun khawatir tidak bisa lagi menikmati kesenangan disini, didunia ini.

Saudaraqu...

Mati datang tiba-tiba tak peduli kita dimana dan sedang apa. Mari bertanya pada diri, dimana biasa kita berada dan perbuatan apa yang paling sering kita lakukan..???
Jangan-jangan saat di tempat itu dan melakukan itu kita tiba-tiba mati..!!!
Maka berhati-hatilah. Kepada allah dekatkan diri, kepada manusia berbuatlah kebaikan dan berakhlak mulia.
Mari kita saling mendoakan satu sama lain agar diri ini diselamatkan olehallah dari tipu daya dunia. Sungguh, doa kita kepada adalah kebaikan yang kembali kepada pemiliknya. Dalam sebuah riwayat disebutkan oleh rasulullah saw bersabda “ tida ada seorang muslimpun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan bertanya,” dan bagimu kebaikan yang sama “ (HR. Muslim)
 Alhamdulillah kita masih diberi hidup hingga sekarang 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar