Namun, yang menjadi pertanyaan adalah SALAHKAH MEREKA YANG LEBIH MEMILIH GOLPUT??? PERNAHKAH ANDA BERTANYA KENAPA MEREKA GOLPUT??? DOSAKAH JIKA MEREKA GOLPUT??? HINAKAH MEREKA YANG LEBIH MEMILIH GOLPUT??? Hahahahahahahaha….
Menurut saya, mereka sangat tidak bersalah. GOLPUT adalah cara terbaik yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghukum para wakil rakyat. GOLPUT adalah cara terbaik untuk menyampaikan kekecewaan mereka. GOLPUT adalah cara terbaik untuk melampiaskan amarah mereka. Tak ada kekuatan dari masyarakat kecil untuk menghukumi mereka melalui jalur hukum. Karena hukum lebih memihak pada mereka yang berpangkat dan berduit. Itu faktanya!!!! Masyarakat kecil seolah menjadi bola yang ditendang kesana kemari oleh 22 orang dalam satu lapangan. Bahkan kadang harus ditendang keluar, dan kemudian dimasukkan lagi dan kembali menjadi mainan 22 orang tersebut. Astagfirullah… apakah seperti itu nasib Masyarakat???
Coba kita melihat fakta yang ada di lapangan. Berapa banyak wakil rakyat yang tidak menjalankan amanah dari masyarakat dengan sungguh-sungguh? Banyak kursi kosong saat persidangan, kasus mesum antar anggota dewan, anggota dewan yang menonton film tidak senonoh di ruang sidang bahkan saat sidang berlangsung, korupsi terjadi dimana-mana, plesiran kemana-mana, janji-janji yang tidak ada realisasinya, serangan fajar,money politik dan lain sebagainya. Apakah seperti itu yang dinamakan wakil rakyat? Astagfirullah…!!!
Dengan lantang anda mengatakan ingin memartabatkan bangsa, namun cara yang anda tempuh sungguh sangat tidak bermartabat. Saat kampanye, anda hanya melambai-lambaikan tangan kepada masyarakat, kemudian saat menjelang pemilihan, anda memberikan uang kepada setiap pemilih agar memilih anda. Setelah anda terpilih, anda kemudian menghitung berapa dana yang anda habiskan saat kampanye, kemudian anda berubah menjadi tikus-tikus kotor lalu menggerogoti uang rakyat. Apakah seperti itu WAKIL RAKYAT INDONESIA??? Lagi-lagi Astagfirullah…!!!
WAHAI ENGKAU WAKIL RAKYAT!!! Pernahkan masyarakat menuntutmu atas semua perbuatan kotormu itu??? Apakah pernah masyarakat memarahimu akibat janji yang tak kunjung dilaksanakan??? TIDAK bukan??? mungkin Mereka hanya bisa mengelus dada sembari bergumam “ nasib-nasib, beginilah kita rakyat kecil, diterima saja lah. Yang penting kita masih bisa menghidupi diri kita dan keluarga kita”. Lantas, kenapa engkau tega berbuat demikian WAHAI WAKIL RAKYAT???
Dengan melihat fenomena-fenomena tersebut, maka tidak salah jika ada sebagian masyarakat kita lebih memilih GOLPUT alias tidak memilih. Itulah cara terbaik yang bisa mereka lakukan untuk menghukum WAKIL RAKYAT yang telah mengkhianati mereka. Tak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh masyarakat kecil, masyarakat pedesaan, masyarakat tertinggal, masyarakat perbatasan dan masyarakat-masyarakat lain yang masih belum terjamah dengan janji-janji manis para calon WAKIL RAKYAT selain lebih memilih GOLPUT.
Lantas, kenapa masih banyak orang yang seolah menganggap jijik mereka-mereka yang golput? Begitu busukkah mereka? Begitu hinakah mereka hingga engkau jijik dengan pilihan mereka untuk GOLPUT? Bahkan ada pernyataan yang mengatakan bahwa GOLPUT adalah dosa besar politik dan akan dilemparkan kedalam dasar neraka. Lebih besar mana dosa orang yang GOLPUT dengan orang yang menyalahgunakan amanah rakyat? Mari kita cerna dengan jernih. Jangan hanya menyalahkan mereka-mereka yang GOLPUT tanpa tahu apa penyebab ke-GOLPUT-an mereka. Inilah cara yang lebih bijak.
Disisi lain, catatan terbesar untuk mereka-mereka yang GOLPUT adalah “ Jangan pernah menyalahkan kebijakan-kebijakan yang diputuskan oleh wakil rakyat. Sadari bahwa anda lebih memilih GOLPUT. Itu artinya, apapun hasil dari pemilihan tersebut harus anda terima tanpa berkicau sedikitpun. Apapun kebijakan yang nantinya akan diputuskan oleh mereka, terimalah dengan besar hati”. Itulah konsekuensi logis dari ke-GOLPUT-an anda.
Salam….
By kakanda Haris Syamsudin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar