Akhlak merupakan suatu
perbuatan dan sifat yang terdapat pada diri seseorang manusia.
Seseorang itu dikatakan baik jika dia memiliki akhlak yang baik dan terpuji dengan melakukan suatu kegiatan yang mana kegiatan tersebut merupakan suatu perintah yang muncul dari dirinya sendiri tanpa ada paksaan dan tanpa melakukan banyak pertimbanga, dan seseorang itu dikatakan buruk jika memiliki akhlak yang buruk.
Seseorang itu dikatakan baik jika dia memiliki akhlak yang baik dan terpuji dengan melakukan suatu kegiatan yang mana kegiatan tersebut merupakan suatu perintah yang muncul dari dirinya sendiri tanpa ada paksaan dan tanpa melakukan banyak pertimbanga, dan seseorang itu dikatakan buruk jika memiliki akhlak yang buruk.
Sesuai yang di uraikan
oleh imam Al-Ghazali : “akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa
manusia yang dapat melahirkan suat
perbuatan yang mudah dilakukan, tanpa terlalu banyak melakukan pertimbangan dan
pemikiran yang lama”
Seseorang di katakan
memiliki akhlak yang baik ketika orang tersebut melakukan perbuatan yang mana
perbuatan tersebut telah di contohkan oleh Rasulullah S.A.W karena pada
dasarnya Rasulullah di utus oleh Allah kepada umat manusia hanya untuk
menyempurnakan Akhlak, sebagai mana yang didalam hadis Rasulullah yang di
riwatkan oleh Imam Ahmad “ sesungguhnya aku(Muhammad) di utus semata-mata untuk
menyempurnakan Akhlak. Karena pada saat Rasulullah di utus di kalangan kaum
arab atau kaum bani israil, akhlak kaum bani israil pada saat itu sangat buruk
karena kaum bani israil lebih banyak memiliki sifat-sifat tercela dari pada
sifat-sifat terpuji.
Rasulullah di utus oleh
Allah untuk menyempurnakan akhlak. Pertanyaan.nya kenapa hanya Rasulullah yang
di utus untuk menyempurnakan akhlak.??
Kenapa bukan pada Rasul
atau Nabi tedahulu.?
Apakah Nabi terdahulu
belum memiliki Akhlak yang mulia.?
Semua pertnyaan itu
pasti muncul dalam benak otak kita. Kenapa bisa terjadi sedemikian, karena
Rasulullah adalah rasul penutup, rasul akhir jaman, tidak ada rasul setelahnya
dan paling utama adalah akhlak terpujia Raslullah merupan seluruh isi alQuran
dan Allah memuji Akhlak rasulullah dalam ayat-ayat alquran.
Akan tetapi pada saat
ini banyak dari umat Rasulullah yang kurang meneladani Akhlak Rasulullah,
karena merepa berpikir bahwa dengan merayakan hari Maulid Nabi merupakan suatu
cara untuk meneladani Akhlak Rasulullah. Akan tetapi muncul suatu pertnyaan
apakah cukup dengan merayakan hari Maulid Nabi itu kita sudah meneladani Akhlak
rasulullah.?
menurut saya tidak, karena perayaan Maulid Nabi pada saat ini hanya melakukan sebuah upacara baik berupa pesta maupun yang lainnya.
menurut saya tidak, karena perayaan Maulid Nabi pada saat ini hanya melakukan sebuah upacara baik berupa pesta maupun yang lainnya.
Akhlak merupakan
perbuatan yang baik dalam diri kita maka dari itu tidak cukup bagi kita untuk
melakukan perayaan Maulid Nabi sebagai contoh dalam meneladani Akhalak
Rasulullah karena perbuatan itu kita lakukan setiap hari dn setiap saat
sedangkan perayaan Maulid Nabi hanya 1 tahun sekali.
Akhlak juga bisa dikatakan moral atau etika.
Tergantung dari sisi kagunaan dan pengertian dari tiap individu menghatikan
fungsi da manfaatnya. Karena akhlak adalah suatu perbuatan yang dapat kita
lakukan tanpa di pertimbangkan lagi maka moral dan etika bisa di katakan suatu
perbuatan yang kita lakukan dalam kehidupan masyarakat atau sosial atau bisa
disebuat adat istiadat. Adat istiadat disini bukan berarti kita melakukan suatu
perbuatan sesuai orang orang terdahulu, akan tetapi adat istiadat adalah
perbuat yang kita lakukan secara individual tanpa ada paksaan dari orang lain
yang mana perbuatan tersebut dapat diterima di lingkungan sosial
Akan tetapi Akhlak
islami beerbeda dengan moral dan etika. karena Akhlak islami bersumber dari
baik buruknya di nilai dari perbuatan kita. Baik dan buruk yang di nilai
merupakan dalam norma agama maupun ajaran islam merupakan penilaian yang mutlak
yang di ajarkan dalam agama islam yaitu alQuran dan Sunnah Rasulullah.
Maka dari itu Akhlak
islami merupakan suatu hak paten atau suatu perilaku yang tetap dan mutlak dari
ajaran islam dan tidak dapat di gontak gantik. Karena menurut dari sumbernya
bahwa akhlak islami adalah suatu perbuatan yang bersifat tetap dan berlaku
untuk selama masa hidup sedangkan moral atau etika hanya berlaku di tempat
tertentu sesuai dengan kebiasaan dari dati tempat tersebut dan disuatu masa
Ketika berbicara
tentang akhlak maka muncul suatu pertanyaan, Apakah akhlak itu hanya berlaku
untuk manusia ?
Apakah akhlak itu tidak
berlaku untuk Sang Khalki (Allah) ?
Dari definisi Akhlak
sendiri kita pasti sudah mengetahui lingkaran atau perbedaan akhlak itu
sendiri. Akhlak yang ada pada diri manusia berlaku untuk semua baik Akhlak
kepada Allah, Rasul, Orag tua, kerabat dll. Semua itu di bedakan menurut dari
fungsi dan cara berakhlak baik kepada masing-masing. Orang dikataka berakhlak
ke pada Allah jika orang tersebut telah mensyukuri nikmat yang di berikan oleh
Allah serta bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Berserah diri yang saya
maksud disini bukan berarti ketika kita ingin melakukan suatu kegitan akan
tetapi gagal maka langsung berserah diri. Bukan hal itu yang saya maksud
berserah diri, yang di maksud dari berserah diri adalah melakukan suatu
kegiatan hanya semata-mata diniatkan demi Allah dan ketika suatu kegitaan itu
gagal, tidak di tinggalkan begitu aja tetapi berdoa dan memohon pertolongan
serta memohon kemudahan dari Allah karena hakikat dari seorang manusia adalah
orag yang lemah.
Ketika kita berbicara
Akhlak kepada Allah, Rasul dan Orang tua itu tidak akan ada kata berhenti,
karena banyak sekali Akhlak yang baik kepada Allah dan manusia yang jika di
bahas secara rinci. Akhlak kepada manusia itu berbeda dengan kepada Allah
karena sifat Allah adalah sang Khalik. Akhlak seorang manusia kepada Manusia
yang lain juga berbeda. Tergantung dari kebutuha masing- masing .
Contoh Akhlak seorang
manusia kepada Rasulnya itu berbeda dengan Akhlak seorang kepada Orang tuanya.
Semua itu telah di bahas panjang lebar dalam akquran dan Assunah (Hadist).
Akhlak kepada Rasulullh berupa menikuti sunnah sunnah beliau sedangkan Akhalk
kepada orang tua berupa tidak berkata kasar kepada orang tua.
Akhlak islam juga
mengatur kehidupan sosial sorang manusia. Karena pada hakikatnya manusia di
lahirkan bukan untuk hidup individu akan tetapi manusia dilahirkan untuk dapat
hidup dalam diunia sosial atau biasa disebut masyarakat.
Selain Akhlak kepada
Allah, Rasul dan Orang tua serta kerabat, Ada juga Akhlak terhadap lingkungan
sosial seperti kepada masyarakat maupun lingkungan sekitar. Karena dalam kehidupan
masyarakat kita pasti berinteraksi dengan yang lain dan bahkan kita juga
berinteraksi dengan hewan maupun tumbuha karena itu dalam islam mengatur
tentang semua itu.
Ketika kita berjalan
kaki dan dalam perjalanan itu kita menemukan sebuah paku di jalan dan ketika
paku itu kita singkirkan maka kita telah melakukan suatu perbuatan baik, dan
ketika kita menemukan seekor anjing yang sedang kehausan dan kita memberikan minum
kepada Anjing tersebut itu juga perbuatan baik, ketika kita bertemu dengan
orang non muslim dan kita melakukan interaksi yang baik denganya maka itu juga
baik. Semua itulah yang di namakan Akhlak pada sosial yang di ajarkan dalam
dunia Islam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar